Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2020

Permainan Tradisional Indonesia

 PERMAINAN BOLA BEKEL (BELKAS) Permainan bola bekel (belkas) adalah salah satu jenis permainan tradisional yang dimainkan menggunakan bola karet (bekel/belkas) dan beberapa biji-bijian (biasanya kerang atau lainnya). Biji-bijian yang digunakan berkisar antara 4, 5, 6, 7, 8 sampai 12 bergantung pada kesepakatan awal para pemain. Permainan bola bekel berasal dari Jawa Timur . Permainan ini di kenal dengan istilah beklen (bekal) bagi daerah Jawa Barat. Sedangkan di daerah Banten permainan ini juga akrab di sebut permainan belkas. Permainan bola bekel (belkas) dapat dilakukan oleh individual atau berkelompok di dalam rumah, teras atau tempat-tempat yang mempunyai permukaan keras dan datar. Namun permainan ini bersifat kompetisi perorangan yang dimainkan secara bergiliran berdasarkan hasil hompipa (jika jumlah pemain lebih dari 2 orang) dan suten (jika jumlah pemain hanya 2 orang). Meskipun kadang-kadang anak juga memainkan permainan ini secara berkelompok dengan jumlah seimbang. Permai...

Asyiknya membuat ketupat Bersama

 Selasa, 13 Oktober 2020 Hari ini nampaknya agak berbeda dari hari sebelumnya. Bertepatan pada tanggal 14 Safar 1442, warga di lingkungan kami bersepakat untuk membuat ketupat bersama. Kegiatan ini rutin sekali dijalankan ketika 14 safar menyapa. Seperti biasa kami bertujuh akan membagi tugas masing-masing. Abah Kay akan membuat urung (cangkang) ketupat serta memotong seekor ayam kampung untuk menjadi pendamping hidangan. Sedangkan Mamak Kay bertugas mengolah ketupat dan lauk pauk pendamping sampai matang. Aku akan membantu Abah Kay untuk membuat urung yang bisa dibuat olehnya dan Mamak Kay memasak di dapur. Yah walau hanya sebatas mengulek atau membuat sambal kesukaan mereka.  Sejak semalam kami semua pun telah sibuk membuat urung untuk ketupat. Namun hanya urung hasil aku dan Abah Kay yang bisa dipakai untuk cangkang ketupat. Sedangkan Mamak Kay, N2, Viu, Mie dan Peanut hanya dapat menonton sampai pembuatan urung selesai. Bukan mereka tidak mau mencoba untuk membuat urung, a...

CERMIN: Semudah Tersenyum

Seorang anak laki-laki telah lahir dari keluarga sederhana. Sangat sederhana. Jauh di bawah kaki gunung yang jarang di kenal orang luar. Dia besar dengan penuh kasih sayang dan kepercayaan diri yang tertanam sejak dini. Lahir dan hidup sebagai anak laki-laki satu-satunya membuat dia menjadi tulang punggung kedua setelah Ayahnya. Anak itu tumbuh menjadi pemuda sejati. Sejak memasuki SMA, dia sudah terbiasa menjalankan tanggung jawab yang harus dia emban. Tanggungjawab itu tidaklah membuat pundaknya semakin berat untuk mencapai segala impian yang diidamkan. Justru itu menjadi pacuan semangat yang tak pernah ada habisnya.  Semenjak SMA pula, dia mulai ikut mencari nafkah bersama Ayahnya. Walaupun saat itu hanya bekerja serabutan di sela-sela kesibukkan belajar. Apakah dia tak pernah mengeluh? Tentu pernah, kadang dia pun merasa lelah dengan semua beban yang ada di pundaknya. Tapi apa yang dia lakukan? Dia tetap jalan lurus ke depan menghadapinya dengan senyuman. Meskipun manusia tak k...

Cermin: Serpihan Hati

Seorang anak lahir tanpa mengenal sosok seorang ibu. Setelah kepergian ibunya, bapaknya pun lekas mencari pengganti untuk menemani dan mengurus segala keperluannya. Perlahan namun pasti kasih sayang dari sosok bapaknya pun jarang dia dapatkan. Bapaknya telah pergi membesarkan anak-anaknya yang lain bersama ibu sambungnya. Dia tumbuh dan besar bersama sosok Nenek yang sudah renta dan kakak-kakak yang belum mengerti segala hal. Tentu berbeda porsi antara kasih sayang Nenek dan kakak  dengan kasih yang diberikan orang tua kandung.  Anak itu pun tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan terlihat ceria. Kakak-kakaknya telah pergi merantau ke kota untuk mencukupi kehidupan bersama. Tanpa kakak-kakaknya, neneknya pun menjadi semakin keras saja dalam mendidik gadis itu. Dia tumbuh besar dalam lingkungan yang keras dan sekolah pun seadanya. Ketika kakak-kakaknya telah membangun rumah tangga, gadis itu pun merasa sedikit kehilangan sosok-sosok yang menyayanginya. Dia pun ikut merantau ke kot...

PERMAINAN BENTENGAN

Halo, generasi Z !๐Ÿ˜€ Hari ini Ar-Rahma Stories akan sedikit bernostalgia tentang salah satu permainan tradisional anak-anak Indonesia. Mau tahu kelanjutannya☝  Yuk simak dibawah ini๐Ÿค— Permainan bentengan adalah permainan jaga tiang atau benteng yang dimainkan secara berkelompok. Jumlah pemain dalam kelompok harus seimbang antara kelompok satu dengan kelompok lawan. Misalnya dua lawan dua, tiga lawan tiga, empat lawan empat dan seterusnya.  Permainan ini sangat cocok dimainkan oleh laki-laki atau pun perempuan di area atau tempat  yang cukup luas seperti halaman atau lapangan. Media atau alat yang digunakan pada permainan ini cukup menggunakan benda-benda sekitar seperti tiang, batu atau pilar yang berfungsi sebagai benteng yang harus dijaga atau dilindungi dari serangan lawan.  Cara memainkannya adalah sebagai berikut: a. Menentukan anggota kelompok dalam satu team dengan suten/suit atau batu kertas gunting dan hompipa antar pemain. Hasil suten/suit atau batu kertas ...